Selasa, 17 Mei 2011

Nama  : Nuroniyah Matsani
Kelas  : 1IA09
NPM  : 55410190




MANUSIA DAN KEGELISAHAN

Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan menipakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak-gerik itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan mundar-mandir dalam ruang tertentu sambil menundukkan kepala; memandang jauh ke depan sambil mengepal-ngepalkan tangannya; duduk termenung sambil memegang kepalanya; duduk dengan wajah munmg atau sayu, malas bicara; dan lain-lain.
Kegelisahan menipakan salah satu elcspirsi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, behwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tecapai.
Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (obyektit), kecemasan neorotfic dan kecemasan moril.


(a). Kecemasan obyektif
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata, bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda-benda tertentu atau keadaan tertentu dari lingkungannya.
(a). Kecemasan neorotis (syaraf)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini dibagi tiga macam, yakni :
(1) Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan. Kecemasan timbul karena orang itu takut akan bayangannya sendiri, atau takut akan id-nya sendiri, sehingga menekan dan menguasai ego. Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari seseorang yang gelisah, yang selalu mengira bahwa seseuatu yang hebat akan terjadi.
kecemasan moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang.Tiap pribadi memilikibennacam-macam emosi antara lain: hi, benci, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang.
Rasa iri, benci, dengki, dendam itu merupakan sebagian dari pemyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat. Oleh karena itu sering alasan untuk iri, benci, dengki itu kurang dapat dipahami orang lain.
Sifat-sifat seperti itu adalah sifat yang tidak terpuji, bahkan mengakibatkan manusia akan merasa khawatir, takut, cemas, gelisah dan putus asa. Misalnya seseorang yang merasa dirinya kurang cantik, maka dalam pergaulannya ia terbatas kalau tidak tersisihkan, sementara itu ia pun tidak berprestasi dalam berbagai kegiatan, sehingga kawan-kawannya lebih dinilai sebagai lawan. Ketidakmampuannya menyamai kawan-kawannya demikianmenimbulkan kecemasan moril.

 USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama hams mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita hams bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.
Contoh
Dokter yang menghadapi istri dan anaknya yang sedang sakit, justru tidak dapat merasa tenang, karena ada ancaman terhadap haknya. Dokter tidak dapat berbuat apa-apa bila menghadapi keluarganya yang sakit, karena is merasa khawatir. Dalam hal ini dokter itu hams bersikap seperti menghadapi pasien yang bukan keluarganya.

KETERASINGAN

Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.
Terasing atau keterasingan adalah bagian hidup manusia. Sebentar atau lama orang pemah mengalami hidup dalam keterasingan, sudah tentu dengan sebab dan kadar yang berbeda satu sama lain.
Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan itu ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga is tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat.

Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pemah mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia, lama rasa sepi itu bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya.
Sebab-sebab terjadinya kesepian
Bermacam-macam penyebab terjadinya kespian. Frustasi dapat mengakibatkan kesepian. Dalam hal seperti itu orang tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan sebagainya. Ia lebih senang hidup sendiri.
Delusi
Menunjukkan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu. Tidak dapat memakai akal sehat, tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman. Delusi ini ada tiga macam, yaitu :
a. Delusi persekusi : menganggap keadaan sekitamya jelek. Seseorang yang mengalami delusi persekusi tidak mau mengenal tetangga kifi kanan karena menganggap jelek.
b. Delusi keagungan : menganggap dirinya orang penting dan besar. Orang seperti itu biasanya gila honnat. Menganggap orang-orang disekitamya sebagai orang-orang tidak penting. Akhimya semua orang menjauhi juga.
c. Delusi melancholis : merasa dirinya bersalah, hina, dan berdosa. Hal ini dapatmengakibatkan buyuten atau dikenal dengan nama delirium trements, hilangnya kesadaran dan menyebabkan otot-otot tak tericuasa lagi.
Halusinasi
Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindera. Dengan sugesti din orang dapat juga berhalusinasi. Halusinasi buatan, misalnya dapat dialami oleh orang mabuk atau pemakai obat bius. Kadang-kadang karena halusinai orang merasa mendapat tekanan-tekanan terhadap dorongan-dorongan dasamya, sehingga dengan timbulnya halusinasi dorongan-dorongan itu menemukan sasarannya. Ini nampak dalam perbuatan perbuatan penderita. ( penderita itu dapat menyadari perbuatan itu, tetapi tidak dapat menahan rangsang khayalan sendiri)
Keadaan Emosi
Dalam keadaan tertentu seseorang sangat berpengaruh oleh emosinya. Ini nampak pada keseluruhan pribadinya: gangguan pada nafsu makan, pusing-pusing, muka merah, nadi cepat, keringat, tekanan darah tinggi/lemah. Sikapnya dapat apatis atau terlalu gembira dengan gerakan lari-larian, nyanyian, ketawa atau berbicara. Sikap ini dapat pula berupa kesedihan menekan, tidak bemafsu, tidak bersemangat, gelisah, resah, suka mengeluh, tidak mau berbicara, diam seribu bahasa, termenung, menyendiri.


Keterasingan kadang dianggap kurang lebih sama dengan penyimpangan. Kita dapat mengatakan bahwa orang menyimpang itu, misalnya : “ siswa sekolah menengah pertama itu yang hobinya tauran”, adalah terasing dalam masyarakatnya, ia gagal mengidentifikasi diri mereka dengan masyarakatnya dan gagal menrima tanggung jawabnya sebagai anggota masyarakat. Maksudnya adalah ia terasing karena tidak bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat. Dan orang - orang yang dapat menyesuaikan diri adalah orang orang yang patuh. Gambaran tentang penyimpangan itu adalah hal buruk kalau cara pandang kita terhadap penyimpangan atau keterasingan seperti ini.


Jika dilihat dari sudut peranan maka keterasingan hanya terjadi ketika orang orang terpaksa untuk menerima peranan peranan yang telah disiapkan oleh mereka dan mengajukan banyak kata tanay dalam dirinya, apakah system politik ini dapat memberikan keuntungan keuntungan yang mereka harapkan. Pengertian seperti ini berlawanan dengan pengertian keterasingan menurut tradisi Marx. Menurut tradisinya, masyarakat dimana setiap orang mau menyesesuaikan diri dengan peranan dalam system politik yang ada, setiap orang memenuhi tuntutan system tersebut, adalah justru suatu masyarakat terasing. Alasannya adalah karena dengan cara itu pelaksanaan kegiatan politik menjadi terpisahkan dari keputusan masing masing individu dan diserahkan pada mekanisme pelaksanaan yang impresional dari suatu system politik. Keterasingan terjadi saat system system tersebut berhadapan dengan orang sebagai kekuatan luar yang tidak dapat dikendalikan oleh system system tersebut.

Partai dilihat sebagai kekuatan yang impresional, berada diatas anggota anggotanya sebagai individu. Partai sebagai suatu organisasi adalah tidak lebih dari hubungan sosial antara anggota anggotanya. Marx menyebutkan keterasingan terdiri dari elemen yakni keterasingan pekerja dari produksi yang dihasilkannya, keterasingan pekerja dari produktifnya sehingga kegiatannya sendiri menjadi suatu kegiatan yang terasing sehingga tanpa disadari pekerja tersebut mengasingkan dari dirinya sendiri.


Pengertian Kesepian




Kesepian merupakan kondisi yang tidak menyenangkan, dan berdasarkan pengalaman berhubungan dengan tidak mencukupinya kebutuhan akan bentuk hubungan yang akrab atau intimasi (Sullivan dalam perlman & Peplau, 1982). Sermat (dalam Peplau & Perlman, 1982) berpendapat bahwa kesepian merupakan hasil dari interpretasi dan evaluasi individu terhadap hubungan sosial yang dianggap tidak memuaskan. Orang akan merasa kesepian bila intensitas hubungan social yang diharapkannya tidak sesuai atau kurang dari apa yang merupakan kenyataannya. Sedangkan Peplau dan Perlman (1982) mendifinisikan kesepian sebagai pengalaman yang tidak menyenangkan, yang terjadi ketika hubungan social individu tidak berjalan sesuai yang diharapkannya. Young (dalam Perlman & Peplau, 1982) menyatakan bahwa kesepian merupakan respon individu atas ketidakhadiran yang dirasa sangat penting dari social reinforcement. Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kesepian adalah keadaan yang diakibatkan oleh perasaan tidak pernuhi kebutuhan keakraban, adanya hasil persepsi dan evaluasi hubungan social yang kurang memuaskan, dan kurang adanya reinforcement sosial. Karakteristik Kesepian Fromm-Reichman, Lopata, dan Young (dalam Yuniarti, 2002) menyebutkan karakteritik kesepian adalah sebagai berikut: tidak terpenuhinya kebutuhan akan keakraban, hasil persepsi dan evaluasi hubungan sosial yang kurang memuaskan, kurang adanya reinforcement sosial.

Sebab-sebab terjadinya kesepian

Bermacam-macam penyebab terjadinya kesepian. Frustasi dapat

mengakibatkan kesepian dalam hal seperti itu orang tidak mau diganggu, ia lebih
senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan sebagainya, ia lebih senang
hidup sendiri.
Bila kita perhatikan sepintas lalu keterasingan dan kesepian itu serupa tetapi
tidak sama, namun ada hubungannya. Beda antara keduanya hanya terletak pada
sebab akibat.

 KETIDAK PASTIAN

 

Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkanoleh berbagai sebab, yang jelas pikiran kacau. Ketidak pastian tentang lulus atau tidak dalam ujian sarjana yang sudah lama ditunggu-tunggu membuat orang gelisah. Lulus atau tidak lulus ujian sarjana akan menentukan status atau karir seseorang dalam hidupnya. Ketidak pastian ini akan merugikan, karena status dari karir itu terancam. Karena ketidak pastian ini akan merugikan, karena status dari karir itu terancam. Karena ketidak pastian itu status yang telah ditetapkan oleh atasan menjadi hilang, berhubungan ada orang lain yang lebih dulu memenuhinya delusi, gerakan-gerakan gemetar, kehilangan pengertian, kehilangan kemampuan untuk menangkap sesuatu.

Beberapa sebab orang tak dapat berpikir dengan pasti ialah :
1. Obsesi
Obsesi merupakan gejala neuroso jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan,atau sebab-sebabnya tak diketahui oleh penderita. Misalnya selalu berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia.
Contoh :
Seorang pedagang yang maju pesat, pada suatu saat terpikir olehnya ada kawan yang ingin menjatuhkannya. Pikiran itu tidak hilang, tetapi justru menjadi-jadi. Apalagi setelah ia merugi .

2. Phobia
Ialah rasa takut yang tak terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui sebab-sebabnya.

3. Kompulasi
Ialah adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali
Contoh :
keinginan untuk mengambil barang (mencuri), padahal barang itu tak bermanfaat baginya, dan andaikata ingin membeli, mampu juga dia (kleptomania) keinginan minum-minuman keras, orang itu bukan pemabuk, tetapi bila dilanda pikiran atau perasaan kecewa keinginan minumnya tak dapat dibendung.


4. Histeria
Ialah neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, sugesti dari sikap orang lain
Contoh :
Ketika ibu Bakri sedang melayani anaknya makan, datang orang-orang mengetukpintu, mengucap salam, dijawab dan keluarlah ia , diluar, kagetlah ia melihatorang banyak mengusung jenazah yang ditutupi kain, Ibu langsung bertanya siapa itu, itu kan bukan kang Bakri, Semua orang yang ditanya diam. Akhirnya dia berteriak histeris lalu pingsan (film orang-orang laut).

5. Delusi
Menunjukan pikiran yang kurang beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu. Tidak dapat memakai akal sehat, tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman.
Delusi ini ada tiga macam, yaitu:
a. Delusi perkusi: menganggap keadaan sekitarnya jelek. Seseorang yang
mengalami delusi perkusi tidak mau mengenal tetangga kiri kanan karena
menganggap jelek.
b. Delusi keagungan: menganggap dirinya orang penting dan besar, orang
seperti itu biasanya gila hormat. Menganggap orang-orang sekitarnya sebagai
orang-orangtidak penting, akhirnya semua orang menjauhi juga
c. Delusi melancholis: merasa dirinya bersalah, hina, dan berdosa. Hal ini dapat
mengakibatkan buyuten atau dikenal dengan nama delirium trements ,
hilangnya kesadaran dan menyebabkan otot-oto tak berkuasa lagi.
Contoh :
Pak Joyo orang kampung pada suatu hari dipanggil ke pengadilan untuk diminta
kesaksiannya. Tetapi karena takutnya, ia gemetar, keringat dingin mengucur,
ditanya ini itu tak bisa menjawab, mulutnya gemetar. Akhirnya jaksa tak
memperoleh kesaksian apa-apa darinya.

6. Halusinasi
Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindra. Dengan sugesti diri orang dapat juga berhalusinasi. Halusinasi buatan, misalnya dapat dialami oleh orang mabuk atau pemakai obat bius. Kadang-kadang karena halusinasi orang merasamendapat tekanan-tekanan terhadap dorongan-dorongan dasarnya, sehingga dengan timbulnya halusinasi dorongan-dorongan itu menemukan sasarannya. Ini nampak dalam perbuatan penderita (penderita itu dapat menyadari perbuatan itu, tetapi tidak dapat menahan rangsangan khayalan sendiri)

7. Keadaan Emosi
Dalam keadaan tertentu seseorang sangat berpengaruh oleh emosinya. Ini nampak pada keseluruhan pribadinya gangguan pada nafsu makan, pusingpusing, muka merah, nadi, cepat keringat, tekanan darah tinggi/lemah. Sikapnyadapat apatis atau terlalu gembira dengan gerakan lari-larian, nyanyian, ketawa atau berbicara. Sikap ini dapat pula berupa kesedihan menekan, tidak bernafsu, tidak bersemangat, gelisah, resah, suka mengeluh, tidak berbicara, diam seribu bahasa, termenung, menyendiri. Orang yang bersikap sombong atau angkuh bila mengalami, baru berkurang kesombongan, tetapi mungkin tidak. Andaikata mereka sadar, kesembuhan itu adalah karena pengalaman. Jadi yang menyembuhkan masyarakat sekitarnya dan dirinya sendiri.

H. USAHA-USAHA PENYEMBUHAN KETIDAK PASTIAN
Orang yang tidak dapat berpikir dengan baik, atau kacau pikirannya ada bermacam-macam penyebabnya. Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada mental si penderita. Andaikata penyebab sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik bagi penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog. Bila penyebab itu jelas, misalnya rindu, obatnya mudah, yaitu dipertemukan dengan orang yang dirindukan. Phobia atau jenis takut bisa dilatih dari sedikit,sehingga tidak takut lagi. Orang takut ular, takut ulat yang berbulu, dapatdisembuhkan karena dibiasakan dengan benda-benda tersebut. Orang yang bersikap sombong atau angkuh bila mengalami, baru berkurang kesombongan, tetapi mungkin tidak. Andaikata mereka sadar, kesembuhan itu adalah karena pengalaman. Jadi yang menyembuhkan masyarakat sekitarnya dan dirinya sendiri.
OPINI

Rabu, 20 April 2011

Nama : Nuroniyah Matsani
NPM : 55410190
Kelas : 1IA09
Manusia dan Tanggung jawab

1. Pengertian Tanggung Jawab
    Menurut kamus besar bahasa Indonesia Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab merupakan berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya sebagai kesadaran dan kewajibannya.Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik, atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian dan pengirbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
   Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.
2. Makna Tanggung Jawab
    Makna dari istilah “tanggung jawab” adalah “siap menerima kewajiban atau tugas”. Arti tanggung jawab di atas semestinya sangat mudah untuk dimengerti oleh setiap orang. Tetapi jika kita diminta untuk melakukannya sesuai dengan definisi tanggung jawab tadi, maka seringkali masih merasa sulit, merasa keberatan, bahkan ada orang yang merasa tidak sanggup jika diberikan kepadanya suatu tanggung jawab. Kebanyakan orang mengelak bertanggung jawab, karena jauh lebih mudah untuk “menghindari” tanggung jawab, daripada “menerima” tanggung jawab.

B.  MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB 
   Manusia itu berjuang adalah memenuhi keperluannya sendiri atau untuk
keperluan pihak lain. Untuk itu ia menghadapi manusia lain dalam masyarakat
atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari 
bahwa ada kekuatan lain yang ikut  menentukan, yaitu  kekuasaan Tuhan.  Dengan demikian tanggung jawab itu  dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya, atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu  
1.  Tanggung jawab terhadap diri sendiri          
           Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang 
untuk memenuhi kewajibannya sendiri  dalam mengembangkan kepribadian 
sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memevahkan masalah-masalah 
kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurur sifat  dasarnya manusia adalah 
mahluk bermoral, tetapi manusia  juga pribadi. Karena merupakan seorang 
pribasi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, beranganangan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan  itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam  hal ini manusia tidak luput dari 
kesalahan, kekeliruan, baik yang sengaja maupun yang tidak. 
2.  Tanggung jawab terhadap keluarga 
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, ister, 
ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi  anggota keluarga. Tiap 
anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini 
menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan 
kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan.  
3.  Tanggung jawab terhadap masyarakat 
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, 
sesuai dengan kedudukannya  sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan 
manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga 
dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya  mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyrakat tersebut. Wajarlah apabila segala  tingkah laku dan perbuatannya harus  dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. 

4.  Tanggung jawab kepada Bangsa / negara 

Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga 
negara suatu negara. Dalam berpikir,  berbuat, bertindak, bertingkah laku 
manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia 
harus bertanggung jawab kepada negara 

5.  Tanggung jawab terhadap Tuhan 

Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab,
melainkanuntuk mengisa kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab 
lngsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari 
hukum-hukum Tuhan yang dituangkan  dalam berbagai kitab suci melalui 
berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera 
diperingatkan oleh Tuhan dan juka dengan peringatan yang keraspun manusia 
masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab 
dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan 
tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai 
penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawab, manusia perlu  pengorbanan.

1.   Pengabdian          
            Pengabdian itu adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat
ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau 
satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu hakekatnya adalah rasa tanggung jawab, apabila orang 
bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi 
kepada keluarga. Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan,
mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja 
Pengabdian kepada agama atau kepada Tuhan terasa menonjolnya 
seperti yang dilakukan oleh para biarawan dan biarawati. Pada umumnya 
mereka itu adalah orang-orang yang terjun diladang Tuhan karena kesadaran 
moralnya, karena panggilan Tuhan. Mereka meninggalakan keluarga dan tidak
akan berkeluarga. 
            Pengabdian terhadap negara dan bangsa yang juga menyolok antara lain 
dilakukan oleh pegawai negri yang bertugas menjaga mercu suar di pulau yang 
terpencil. Mereka bersama keluarganya hidup terpencil dari masyarakat ramai.
Sementara itu setiap hari tiupan angin kencang dari laut tidak pernah berhenti,
apalagi bila terjadi badai. Mereka bersunyi diri dalam pengabdian diri demi 
keselamatan kapal yang lalu lalang. Kesenangan yang dapat dirasakan oleh 
pegawai negri dikota tidak dapat dirasakan, mungkin sekali-sekali bila mereka 
memperoleh cuti. 

2. Pengorbanan 

Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti 
persembahan, sehingga  pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan 
kebaktian. Dengan demikian pengorbanan  yang bersifat kebaktian itu 
mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih suatu pemberian 
yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. 
Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih 
dapat dirasakan bila kit membaca atau mendengarkan kotbah agama. Dari kisah 
para tokoh agama atau nabi, manusia memperoleh  tauladan, bagaimana 
semestinya wajib berkorbanan. 
Perbedaan antara pengertian pengabdian  dan pengorbanan tidak begitu jelas, 
karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan . Antara sesama kawan, sulit 
dikatakan pengabdian karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya. Tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada 
sesama teman. 
           Pengorbanan merupakan akibat dari  pengabdian. Pengorbanan dapat 
berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. 
Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian,
tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan. 
Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan,
pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian  sesuatu misalnya 
berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu 
dituntut pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
  • Macam-macam Pengabdian
Munculnya pengabdian karena ada Tanggung Jawab, maka pengabdian dibedakan menjadi beberapa macam antara lain, :
a. Pengabdian terhadap Tuhan YME yaitu penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan merupakan perwujudan tanggung jawab yang diikuti oleh pengorbanan.Misalnya : shalat,zakat,puasa.
b. Pengabdian kepada Masyarakat, karena manusia hidup dan dibesarkan di dalam masyarakat sehingga pengabdian dan pengorbanan sebagai perwujudan tanggng jawab terhadap masyarakat.
c. Pengabdian kepada Raja, yaitu suatu penyerahan diri kepada raja yang melindunginya.
d. Pengabdian Kepada Negara, pengabdian yang timbul karena seseorang merasa iktu bertanggung jawab terhadap kelestarian negara dan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
e. Pengabdian kepada harta, karena seseorang menganggap harta yang menghidupinya. Sehinggga tindakannya semata-mata demi harta, bahkan rela berkorban untuk mempertahankan hartanya.
studi kasus :
ada seorang anak perempuan dari keluarga yang tergolong miskin merantau ke kota. dia bernama minah. minah rela bekerja apa saja selama di kota, asalkan bisa membiayainya semua biaya kehidupannya dikota.  setelah beberapa minggu dikota akhirnya dia bekerja kepada seorang pengusaha kaya. minah diterima sebagai pembantu rumah tangga di keluarga tersebut, karena kejujuran serta kepolosannya juga sikap cekatannya minah akhirnya bisa diterima di keluarga tersebut sebagai pembantu. minah selalu mengirimkan sebagian gajinya kepada orang tuanya dikampung dan sebagiannya disimpan seta di tabungnya. minah dengan niat semulanya yang ingin bekerja dikota akhirnya benar-benar mengabdi sepenuh hatinya kepada keluarga pengusaha kaya tersebut. semua kehidupannya mulai berubah secara perlahan. banyak hal yang bisa ia pelajari dari keluarga tersebut. akhirnya, dia mengikuti semua ilmu yang pernah ddipelajari selama bekerja di keluarga pengusaha kaya tersebut. dia mulai membuka usaha. mulai dari kecil-kecilan akhirnya dia menjadi sukses. kehidupan sosialnya mulai berubah. dia bisa mengangkat derajat kehidupan ekonomi keluarganya. walalupun telah sukses dia tidak menjadi sombong.
dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormatat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. dilihat dari studi kasus yang ada, dengan kesetiaannya serta pengabdiannya yang sungguh-sungguh minah akhirnya berhasil menjadi seorang yang sukses. selama dia bekerja dilakukannya dengan ikhlas tanpa keluh kesah. dia selalu bersabar selama bekerja.Jadi, dapat dilihat bahwa pengabdian itu berasal dari tanggung jawab yang besar. pengabdian itu membuat seseorang berubah manjadi yang lebih baik. semua yang diniatkan baik dari hati pasti akan mendapatkan hasil yang baik juga. 

PENGERTIAN PENGORBANAN


Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata – mata. Perbedaan antara pengertian pengorbanan dan pengabdian tidak begitu jelas karena adanya pengandian tentu adanya pengorbanan. Antara sesama kawan sulit sulit dikatakan pengabdian, karena kata pengabdian mendandung arti yang lebih rendah tingkatannya. Tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga merupakan jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas dan tanpa pamrih, tanpa adanya perjanjian, tanpa adanya transaksi, kapan saja diperlukan.
Pengabdian lebih menunjuk kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga dan biaya, serta waktu. Dalam pengabdian dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
  

CONTOH PENGORBANAN
  1. Kesediaan guru sekolah dasar yang ditempatkan di pelosok terpencil daerah transmigrasi adalah pengabdian yang menuntut pengorbanan. Dikatakan pengabdian karena ia mengajar di situ tanpa menerima gaji dari pemerintah, tanpa diurus oleh pihak berwenang usul pengangkatannya, ia hanya bertanggung jawab untuk kemajuan dan kecerdasan masyarakat atau bangsanya. Ia hanya menerima penghargaan dan belas kasihan dari masyarakat setempat. Pengorbanan yang ia berikan berupa tenaga, pikiran, waktu untuk kepentingan anak didiknya. 
  2. 2. Dalam Novel Siti Nurbaya karangan Marah Rusli, betapa besar pengorbanan gadis bernama siti Nurbaya sebagai pengabdiannya kepada orang tua. Orang tua Siti Nurbaya tidak mampu membayar hutang kepada Datuk maringgih. Sebagai tebusannya, Siti Nurbaya di bujuk agar bersedia kawin dengan datuk Maringgih, si tua Bangka, walaupun sebenarnya dia sudah mengikat janji dengan pemuda pujaannya bernama Syamsul bahri. Demi pengabdiannya kepada bapaknya, Siti Nurbaya bersedia memutuskan hubungannya dengan Syamsul bahri dan mau dikawinkan dengan Datuk Maringgih, walaupun dengan perasaan yang sangat berat. 
Studi kasus :
Pengorbanan dapat terjadi pada kita tanpa ataupun dengan kita sadari. Salah satu contoh pengorbanan yang terjadi pada kalangan mahasiswa adalah pengorbanan dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah yang di berikan oleh dosen-dosen mereka.

Mengapa mengerjakan tugas kuliah merupakan sebuah pengrbanan. Karena untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut, tentu kita akan merelakan segala waktu kita untuk beberapa jam berkutat denga tugas-tugas tersebut. Disaat kita lelah sehabis kuliah dan ingin beristirahat, tetapi karena ingin segera menyelesaikan tugas sehingga kita korbankan waktu istirahat kita untuk mengerjakan tugas.

Mengapa pengorbanan tersebut harus terjadi . Ada berbagai macam alasan seseorang melakukan pengorbanan, dalam contoh kali ini seseorang melakukan pengorbanan yaitu dengan merelakan waktu istirahatnya demi untuk menyelesaikan semua tugas-tugasnya karena ia ingin mendapatkan predikat nilai yang baik dalam setiap mata kuliahnya.

Hal tersebut bisa dikatakan juga sebagai suatu bentuk pemaksaan, kareana ia tidak mempunyai pilihan lain untuk menghindari semua tugas namun ingin tetap mendapatkan nilai yang bagus, sehingga ia mau tidak mau, senang tidak senang harus melakukan hal tersebut demi mendapatkan nilai yang ia dambakan.
OPINI
Pendapat saya tentang pengorbanan adalah suatu sikap rela berkorban atau mengorbankan sesuatu dalam arti untuk mendapatkan sesuatu atau untuk menjaga sesuatu yang paling berharga . Pengorbanan menurut saya ada dua macam, pengorbanan fisik dan pengorbanan mental . Pengorbanan dilakukan agar kita dapat menghargai sesuatu yang kita telah korbankan atau dengan kata lain sesuatu yang sulit untuk kita dapatkan. Pengorbanan mental menurut saya lebih berat dari pengorbanan fisik dimana pengorbanan mental ini menggunakan perasaan, sesuatu yang sangat peka. Dalam berkorban kita harus ikhlas tanpa pamrih . Terkadang pengorbanan itu adalah sesuatu yang harus kita laksanakan, suka atau pun tidak suka, senang ataupun tidak senang kita harus melakukannya agar mendapatkan sesuatu yang terbaik untuk kita. Contohnya adalah ketika seorang ayah mencari uang dalam menafkahi keluarganya . Suka ataupun tidak suka, dia harus melakukan itu karena biar bagaimanapun ayah harus rela berkorban demi anak dan istrinya . Ayah melakukan itu semua karena rasa tanggung jawab yang membuatnya rela untuk berkorban . Rasa rela berkorbang seorang ayah kepada keluarganya patut di acungi jempol . Semua rasa pengorbanan yang di dasarkan ketulusan akan terasa lebih ringan dalam melakukannya . jadi, janganlah melakukan sesuatu dengan imbalan, karena sesungguhnya sesuatu yang kita lakukan dengan sepenuh hati akan berdampak baik untuk diri kita sendiri .

            SUMBER


Nama : Nuroniyah Matsani
NPM : 55410190
Kelas : 1IA09

Manusia dan Tanggungjawab
1. Pengertian Tanggung Jawab
    Menurut kamus besar bahasa Indonesia Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab merupakan berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya sebagai kesadaran dan kewajibannya.Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik, atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian dan pengirbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
   Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.
2. Makna Tanggung Jawab
    Makna dari istilah “tanggung jawab” adalah “siap menerima kewajiban atau tugas”. Arti tanggung jawab di atas semestinya sangat mudah untuk dimengerti oleh setiap orang. Tetapi jika kita diminta untuk melakukannya sesuai dengan definisi tanggung jawab tadi, maka seringkali masih merasa sulit, merasa keberatan, bahkan ada orang yang merasa tidak sanggup jika diberikan kepadanya suatu tanggung jawab. Kebanyakan orang mengelak bertanggung jawab, karena jauh lebih mudah untuk “menghindari” tanggung jawab, daripada “menerima” tanggung jawab.

B.  MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB 
   Manusia itu berjuang adalah memenuhi keperluannya sendiri atau untuk
keperluan pihak lain. Untuk itu ia menghadapi manusia lain dalam masyarakat
atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari 
bahwa ada kekuatan lain yang ikut  menentukan, yaitu  kekuasaan Tuhan.  Dengan demikian tanggung jawab itu  dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya, atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu  
1.  Tanggung jawab terhadap diri sendiri          
           Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang 
untuk memenuhi kewajibannya sendiri  dalam mengembangkan kepribadian 
sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memevahkan masalah-masalah 
kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurur sifat  dasarnya manusia adalah 
mahluk bermoral, tetapi manusia  juga pribadi. Karena merupakan seorang 
pribasi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, beranganangan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan  itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam  hal ini manusia tidak luput dari 
kesalahan, kekeliruan, baik yang sengaja maupun yang tidak. 
2.  Tanggung jawab terhadap keluarga 
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, ister, 
ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi  anggota keluarga. Tiap 
anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini 
menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan 
kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan.  
3.  Tanggung jawab terhadap masyarakat 
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, 
sesuai dengan kedudukannya  sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan 
manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga 
dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya  mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyrakat tersebut. Wajarlah apabila segala  tingkah laku dan perbuatannya harus  dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. 

4.  Tanggung jawab kepada Bangsa / negara 

Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga 
negara suatu negara. Dalam berpikir,  berbuat, bertindak, bertingkah laku 
manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia 
harus bertanggung jawab kepada negara 

5.  Tanggung jawab terhadap Tuhan 

Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab,
melainkanuntuk mengisa kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab 
lngsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari 
hukum-hukum Tuhan yang dituangkan  dalam berbagai kitab suci melalui 
berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera 
diperingatkan oleh Tuhan dan juka dengan peringatan yang keraspun manusia 
masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab 
dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan 
tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai 
penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawab, manusia perlu  pengorbanan.

1.   Pengabdian          
            Pengabdian itu adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat
ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau 
satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu hakekatnya adalah rasa tanggung jawab, apabila orang 
bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi 
kepada keluarga. Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan,
mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja 
Pengabdian kepada agama atau kepada Tuhan terasa menonjolnya 
seperti yang dilakukan oleh para biarawan dan biarawati. Pada umumnya 
mereka itu adalah orang-orang yang terjun diladang Tuhan karena kesadaran 
moralnya, karena panggilan Tuhan. Mereka meninggalakan keluarga dan tidak
akan berkeluarga. 
            Pengabdian terhadap negara dan bangsa yang juga menyolok antara lain 
dilakukan oleh pegawai negri yang bertugas menjaga mercu suar di pulau yang 
terpencil. Mereka bersama keluarganya hidup terpencil dari masyarakat ramai.
Sementara itu setiap hari tiupan angin kencang dari laut tidak pernah berhenti,
apalagi bila terjadi badai. Mereka bersunyi diri dalam pengabdian diri demi 
keselamatan kapal yang lalu lalang. Kesenangan yang dapat dirasakan oleh 
pegawai negri dikota tidak dapat dirasakan, mungkin sekali-sekali bila mereka 
memperoleh cuti. 

2. Pengorbanan 

Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti 
persembahan, sehingga  pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan 
kebaktian. Dengan demikian pengorbanan  yang bersifat kebaktian itu 
mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih suatu pemberian 
yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. 
Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih 
dapat dirasakan bila kit membaca atau mendengarkan kotbah agama. Dari kisah 
para tokoh agama atau nabi, manusia memperoleh  tauladan, bagaimana 
semestinya wajib berkorbanan. 
Perbedaan antara pengertian pengabdian  dan pengorbanan tidak begitu jelas, 
karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan . Antara sesama kawan, sulit 
dikatakan pengabdian karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya. Tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada 
sesama teman. 
           Pengorbanan merupakan akibat dari  pengabdian. Pengorbanan dapat 
berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. 
Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian,
tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan. 
Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan,
pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian  sesuatu misalnya 
berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu 
dituntut pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
  • Macam-macam Pengabdian
Munculnya pengabdian karena ada Tanggung Jawab, maka pengabdian dibedakan menjadi beberapa macam antara lain, :
a. Pengabdian terhadap Tuhan YME yaitu penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan merupakan perwujudan tanggung jawab yang diikuti oleh pengorbanan.Misalnya : shalat,zakat,puasa.
b. Pengabdian kepada Masyarakat, karena manusia hidup dan dibesarkan di dalam masyarakat sehingga pengabdian dan pengorbanan sebagai perwujudan tanggng jawab terhadap masyarakat.
c. Pengabdian kepada Raja, yaitu suatu penyerahan diri kepada raja yang melindunginya.
d. Pengabdian Kepada Negara, pengabdian yang timbul karena seseorang merasa iktu bertanggung jawab terhadap kelestarian negara dan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
e. Pengabdian kepada harta, karena seseorang menganggap harta yang menghidupinya. Sehinggga tindakannya semata-mata demi harta, bahkan rela berkorban untuk mempertahankan hartanya.
studi kasus :
ada seorang anak perempuan dari keluarga yang tergolong miskin merantau ke kota. dia bernama minah. minah rela bekerja apa saja selama di kota, asalkan bisa membiayainya semua biaya kehidupannya dikota.  setelah beberapa minggu dikota akhirnya dia bekerja kepada seorang pengusaha kaya. minah diterima sebagai pembantu rumah tangga di keluarga tersebut, karena kejujuran serta kepolosannya juga sikap cekatannya minah akhirnya bisa diterima di keluarga tersebut sebagai pembantu. minah selalu mengirimkan sebagian gajinya kepada orang tuanya dikampung dan sebagiannya disimpan seta di tabungnya. minah dengan niat semulanya yang ingin bekerja dikota akhirnya benar-benar mengabdi sepenuh hatinya kepada keluarga pengusaha kaya tersebut. semua kehidupannya mulai berubah secara perlahan. banyak hal yang bisa ia pelajari dari keluarga tersebut. akhirnya, dia mengikuti semua ilmu yang pernah ddipelajari selama bekerja di keluarga pengusaha kaya tersebut. dia mulai membuka usaha. mulai dari kecil-kecilan akhirnya dia menjadi sukses. kehidupan sosialnya mulai berubah. dia bisa mengangkat derajat kehidupan ekonomi keluarganya. walalupun telah sukses dia tidak menjadi sombong.
dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormatat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. dilihat dari studi kasus yang ada, dengan kesetiaannya serta pengabdiannya yang sungguh-sungguh minah akhirnya berhasil menjadi seorang yang sukses. selama dia bekerja dilakukannya dengan ikhlas tanpa keluh kesah. dia selalu bersabar selama bekerja.Jadi, dapat dilihat bahwa pengabdian itu berasal dari tanggung jawab yang besar. pengabdian itu membuat seseorang berubah manjadi yang lebih baik. semua yang diniatkan baik dari hati pasti akan mendapatkan hasil yang baik juga. 

PENGERTIAN PENGORBANAN


Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata – mata. Perbedaan antara pengertian pengorbanan dan pengabdian tidak begitu jelas karena adanya pengandian tentu adanya pengorbanan. Antara sesama kawan sulit sulit dikatakan pengabdian, karena kata pengabdian mendandung arti yang lebih rendah tingkatannya. Tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga merupakan jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas dan tanpa pamrih, tanpa adanya perjanjian, tanpa adanya transaksi, kapan saja diperlukan.
Pengabdian lebih menunjuk kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga dan biaya, serta waktu. Dalam pengabdian dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
  

CONTOH PENGORBANAN
  1. Kesediaan guru sekolah dasar yang ditempatkan di pelosok terpencil daerah transmigrasi adalah pengabdian yang menuntut pengorbanan. Dikatakan pengabdian karena ia mengajar di situ tanpa menerima gaji dari pemerintah, tanpa diurus oleh pihak berwenang usul pengangkatannya, ia hanya bertanggung jawab untuk kemajuan dan kecerdasan masyarakat atau bangsanya. Ia hanya menerima penghargaan dan belas kasihan dari masyarakat setempat. Pengorbanan yang ia berikan berupa tenaga, pikiran, waktu untuk kepentingan anak didiknya. 
  2. 2. Dalam Novel Siti Nurbaya karangan Marah Rusli, betapa besar pengorbanan gadis bernama siti Nurbaya sebagai pengabdiannya kepada orang tua. Orang tua Siti Nurbaya tidak mampu membayar hutang kepada Datuk maringgih. Sebagai tebusannya, Siti Nurbaya di bujuk agar bersedia kawin dengan datuk Maringgih, si tua Bangka, walaupun sebenarnya dia sudah mengikat janji dengan pemuda pujaannya bernama Syamsul bahri. Demi pengabdiannya kepada bapaknya, Siti Nurbaya bersedia memutuskan hubungannya dengan Syamsul bahri dan mau dikawinkan dengan Datuk Maringgih, walaupun dengan perasaan yang sangat berat. 
Studi kasus :
Pengorbanan dapat terjadi pada kita tanpa ataupun dengan kita sadari. Salah satu contoh pengorbanan yang terjadi pada kalangan mahasiswa adalah pengorbanan dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah yang di berikan oleh dosen-dosen mereka.

Mengapa mengerjakan tugas kuliah merupakan sebuah pengrbanan. Karena untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut, tentu kita akan merelakan segala waktu kita untuk beberapa jam berkutat denga tugas-tugas tersebut. Disaat kita lelah sehabis kuliah dan ingin beristirahat, tetapi karena ingin segera menyelesaikan tugas sehingga kita korbankan waktu istirahat kita untuk mengerjakan tugas.

Mengapa pengorbanan tersebut harus terjadi . Ada berbagai macam alasan seseorang melakukan pengorbanan, dalam contoh kali ini seseorang melakukan pengorbanan yaitu dengan merelakan waktu istirahatnya demi untuk menyelesaikan semua tugas-tugasnya karena ia ingin mendapatkan predikat nilai yang baik dalam setiap mata kuliahnya.

Hal tersebut bisa dikatakan juga sebagai suatu bentuk pemaksaan, kareana ia tidak mempunyai pilihan lain untuk menghindari semua tugas namun ingin tetap mendapatkan nilai yang bagus, sehingga ia mau tidak mau, senang tidak senang harus melakukan hal tersebut demi mendapatkan nilai yang ia dambakan.
OPINI
Pendapat saya tentang pengorbanan adalah suatu sikap rela berkorban atau mengorbankan sesuatu dalam arti untuk mendapatkan sesuatu atau untuk menjaga sesuatu yang paling berharga . Pengorbanan menurut saya ada dua macam, pengorbanan fisik dan pengorbanan mental . Pengorbanan dilakukan agar kita dapat menghargai sesuatu yang kita telah korbankan atau dengan kata lain sesuatu yang sulit untuk kita dapatkan. Pengorbanan mental menurut saya lebih berat dari pengorbanan fisik dimana pengorbanan mental ini menggunakan perasaan, sesuatu yang sangat peka. Dalam berkorban kita harus ikhlas tanpa pamrih . Terkadang pengorbanan itu adalah sesuatu yang harus kita laksanakan, suka atau pun tidak suka, senang ataupun tidak senang kita harus melakukannya agar mendapatkan sesuatu yang terbaik untuk kita. Contohnya adalah ketika seorang ayah mencari uang dalam menafkahi keluarganya . Suka ataupun tidak suka, dia harus melakukan itu karena biar bagaimanapun ayah harus rela berkorban demi anak dan istrinya . Ayah melakukan itu semua karena rasa tanggung jawab yang membuatnya rela untuk berkorban . Rasa rela berkorbang seorang ayah kepada keluarganya patut di acungi jempol . Semua rasa pengorbanan yang di dasarkan ketulusan akan terasa lebih ringan dalam melakukannya . jadi, janganlah melakukan sesuatu dengan imbalan, karena sesungguhnya sesuatu yang kita lakukan dengan sepenuh hati akan berdampak baik untuk diri kita sendiri .

            SUMBER