Rabu, 20 April 2011

Nama : Nuroniyah Matsani
NPM : 55410190
Kelas : 1IA09
Manusia dan Tanggung jawab

1. Pengertian Tanggung Jawab
    Menurut kamus besar bahasa Indonesia Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab merupakan berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya sebagai kesadaran dan kewajibannya.Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik, atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian dan pengirbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
   Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.
2. Makna Tanggung Jawab
    Makna dari istilah “tanggung jawab” adalah “siap menerima kewajiban atau tugas”. Arti tanggung jawab di atas semestinya sangat mudah untuk dimengerti oleh setiap orang. Tetapi jika kita diminta untuk melakukannya sesuai dengan definisi tanggung jawab tadi, maka seringkali masih merasa sulit, merasa keberatan, bahkan ada orang yang merasa tidak sanggup jika diberikan kepadanya suatu tanggung jawab. Kebanyakan orang mengelak bertanggung jawab, karena jauh lebih mudah untuk “menghindari” tanggung jawab, daripada “menerima” tanggung jawab.

B.  MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB 
   Manusia itu berjuang adalah memenuhi keperluannya sendiri atau untuk
keperluan pihak lain. Untuk itu ia menghadapi manusia lain dalam masyarakat
atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari 
bahwa ada kekuatan lain yang ikut  menentukan, yaitu  kekuasaan Tuhan.  Dengan demikian tanggung jawab itu  dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya, atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu  
1.  Tanggung jawab terhadap diri sendiri          
           Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang 
untuk memenuhi kewajibannya sendiri  dalam mengembangkan kepribadian 
sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memevahkan masalah-masalah 
kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurur sifat  dasarnya manusia adalah 
mahluk bermoral, tetapi manusia  juga pribadi. Karena merupakan seorang 
pribasi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, beranganangan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan  itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam  hal ini manusia tidak luput dari 
kesalahan, kekeliruan, baik yang sengaja maupun yang tidak. 
2.  Tanggung jawab terhadap keluarga 
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, ister, 
ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi  anggota keluarga. Tiap 
anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini 
menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan 
kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan.  
3.  Tanggung jawab terhadap masyarakat 
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, 
sesuai dengan kedudukannya  sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan 
manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga 
dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya  mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyrakat tersebut. Wajarlah apabila segala  tingkah laku dan perbuatannya harus  dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. 

4.  Tanggung jawab kepada Bangsa / negara 

Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga 
negara suatu negara. Dalam berpikir,  berbuat, bertindak, bertingkah laku 
manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia 
harus bertanggung jawab kepada negara 

5.  Tanggung jawab terhadap Tuhan 

Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab,
melainkanuntuk mengisa kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab 
lngsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari 
hukum-hukum Tuhan yang dituangkan  dalam berbagai kitab suci melalui 
berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera 
diperingatkan oleh Tuhan dan juka dengan peringatan yang keraspun manusia 
masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab 
dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan 
tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai 
penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawab, manusia perlu  pengorbanan.

1.   Pengabdian          
            Pengabdian itu adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat
ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau 
satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu hakekatnya adalah rasa tanggung jawab, apabila orang 
bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi 
kepada keluarga. Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan,
mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja 
Pengabdian kepada agama atau kepada Tuhan terasa menonjolnya 
seperti yang dilakukan oleh para biarawan dan biarawati. Pada umumnya 
mereka itu adalah orang-orang yang terjun diladang Tuhan karena kesadaran 
moralnya, karena panggilan Tuhan. Mereka meninggalakan keluarga dan tidak
akan berkeluarga. 
            Pengabdian terhadap negara dan bangsa yang juga menyolok antara lain 
dilakukan oleh pegawai negri yang bertugas menjaga mercu suar di pulau yang 
terpencil. Mereka bersama keluarganya hidup terpencil dari masyarakat ramai.
Sementara itu setiap hari tiupan angin kencang dari laut tidak pernah berhenti,
apalagi bila terjadi badai. Mereka bersunyi diri dalam pengabdian diri demi 
keselamatan kapal yang lalu lalang. Kesenangan yang dapat dirasakan oleh 
pegawai negri dikota tidak dapat dirasakan, mungkin sekali-sekali bila mereka 
memperoleh cuti. 

2. Pengorbanan 

Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti 
persembahan, sehingga  pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan 
kebaktian. Dengan demikian pengorbanan  yang bersifat kebaktian itu 
mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih suatu pemberian 
yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. 
Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih 
dapat dirasakan bila kit membaca atau mendengarkan kotbah agama. Dari kisah 
para tokoh agama atau nabi, manusia memperoleh  tauladan, bagaimana 
semestinya wajib berkorbanan. 
Perbedaan antara pengertian pengabdian  dan pengorbanan tidak begitu jelas, 
karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan . Antara sesama kawan, sulit 
dikatakan pengabdian karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya. Tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada 
sesama teman. 
           Pengorbanan merupakan akibat dari  pengabdian. Pengorbanan dapat 
berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. 
Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian,
tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan. 
Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan,
pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian  sesuatu misalnya 
berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu 
dituntut pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
  • Macam-macam Pengabdian
Munculnya pengabdian karena ada Tanggung Jawab, maka pengabdian dibedakan menjadi beberapa macam antara lain, :
a. Pengabdian terhadap Tuhan YME yaitu penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan merupakan perwujudan tanggung jawab yang diikuti oleh pengorbanan.Misalnya : shalat,zakat,puasa.
b. Pengabdian kepada Masyarakat, karena manusia hidup dan dibesarkan di dalam masyarakat sehingga pengabdian dan pengorbanan sebagai perwujudan tanggng jawab terhadap masyarakat.
c. Pengabdian kepada Raja, yaitu suatu penyerahan diri kepada raja yang melindunginya.
d. Pengabdian Kepada Negara, pengabdian yang timbul karena seseorang merasa iktu bertanggung jawab terhadap kelestarian negara dan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
e. Pengabdian kepada harta, karena seseorang menganggap harta yang menghidupinya. Sehinggga tindakannya semata-mata demi harta, bahkan rela berkorban untuk mempertahankan hartanya.
studi kasus :
ada seorang anak perempuan dari keluarga yang tergolong miskin merantau ke kota. dia bernama minah. minah rela bekerja apa saja selama di kota, asalkan bisa membiayainya semua biaya kehidupannya dikota.  setelah beberapa minggu dikota akhirnya dia bekerja kepada seorang pengusaha kaya. minah diterima sebagai pembantu rumah tangga di keluarga tersebut, karena kejujuran serta kepolosannya juga sikap cekatannya minah akhirnya bisa diterima di keluarga tersebut sebagai pembantu. minah selalu mengirimkan sebagian gajinya kepada orang tuanya dikampung dan sebagiannya disimpan seta di tabungnya. minah dengan niat semulanya yang ingin bekerja dikota akhirnya benar-benar mengabdi sepenuh hatinya kepada keluarga pengusaha kaya tersebut. semua kehidupannya mulai berubah secara perlahan. banyak hal yang bisa ia pelajari dari keluarga tersebut. akhirnya, dia mengikuti semua ilmu yang pernah ddipelajari selama bekerja di keluarga pengusaha kaya tersebut. dia mulai membuka usaha. mulai dari kecil-kecilan akhirnya dia menjadi sukses. kehidupan sosialnya mulai berubah. dia bisa mengangkat derajat kehidupan ekonomi keluarganya. walalupun telah sukses dia tidak menjadi sombong.
dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormatat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. dilihat dari studi kasus yang ada, dengan kesetiaannya serta pengabdiannya yang sungguh-sungguh minah akhirnya berhasil menjadi seorang yang sukses. selama dia bekerja dilakukannya dengan ikhlas tanpa keluh kesah. dia selalu bersabar selama bekerja.Jadi, dapat dilihat bahwa pengabdian itu berasal dari tanggung jawab yang besar. pengabdian itu membuat seseorang berubah manjadi yang lebih baik. semua yang diniatkan baik dari hati pasti akan mendapatkan hasil yang baik juga. 

PENGERTIAN PENGORBANAN


Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata – mata. Perbedaan antara pengertian pengorbanan dan pengabdian tidak begitu jelas karena adanya pengandian tentu adanya pengorbanan. Antara sesama kawan sulit sulit dikatakan pengabdian, karena kata pengabdian mendandung arti yang lebih rendah tingkatannya. Tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga merupakan jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas dan tanpa pamrih, tanpa adanya perjanjian, tanpa adanya transaksi, kapan saja diperlukan.
Pengabdian lebih menunjuk kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga dan biaya, serta waktu. Dalam pengabdian dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
  

CONTOH PENGORBANAN
  1. Kesediaan guru sekolah dasar yang ditempatkan di pelosok terpencil daerah transmigrasi adalah pengabdian yang menuntut pengorbanan. Dikatakan pengabdian karena ia mengajar di situ tanpa menerima gaji dari pemerintah, tanpa diurus oleh pihak berwenang usul pengangkatannya, ia hanya bertanggung jawab untuk kemajuan dan kecerdasan masyarakat atau bangsanya. Ia hanya menerima penghargaan dan belas kasihan dari masyarakat setempat. Pengorbanan yang ia berikan berupa tenaga, pikiran, waktu untuk kepentingan anak didiknya. 
  2. 2. Dalam Novel Siti Nurbaya karangan Marah Rusli, betapa besar pengorbanan gadis bernama siti Nurbaya sebagai pengabdiannya kepada orang tua. Orang tua Siti Nurbaya tidak mampu membayar hutang kepada Datuk maringgih. Sebagai tebusannya, Siti Nurbaya di bujuk agar bersedia kawin dengan datuk Maringgih, si tua Bangka, walaupun sebenarnya dia sudah mengikat janji dengan pemuda pujaannya bernama Syamsul bahri. Demi pengabdiannya kepada bapaknya, Siti Nurbaya bersedia memutuskan hubungannya dengan Syamsul bahri dan mau dikawinkan dengan Datuk Maringgih, walaupun dengan perasaan yang sangat berat. 
Studi kasus :
Pengorbanan dapat terjadi pada kita tanpa ataupun dengan kita sadari. Salah satu contoh pengorbanan yang terjadi pada kalangan mahasiswa adalah pengorbanan dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah yang di berikan oleh dosen-dosen mereka.

Mengapa mengerjakan tugas kuliah merupakan sebuah pengrbanan. Karena untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut, tentu kita akan merelakan segala waktu kita untuk beberapa jam berkutat denga tugas-tugas tersebut. Disaat kita lelah sehabis kuliah dan ingin beristirahat, tetapi karena ingin segera menyelesaikan tugas sehingga kita korbankan waktu istirahat kita untuk mengerjakan tugas.

Mengapa pengorbanan tersebut harus terjadi . Ada berbagai macam alasan seseorang melakukan pengorbanan, dalam contoh kali ini seseorang melakukan pengorbanan yaitu dengan merelakan waktu istirahatnya demi untuk menyelesaikan semua tugas-tugasnya karena ia ingin mendapatkan predikat nilai yang baik dalam setiap mata kuliahnya.

Hal tersebut bisa dikatakan juga sebagai suatu bentuk pemaksaan, kareana ia tidak mempunyai pilihan lain untuk menghindari semua tugas namun ingin tetap mendapatkan nilai yang bagus, sehingga ia mau tidak mau, senang tidak senang harus melakukan hal tersebut demi mendapatkan nilai yang ia dambakan.
OPINI
Pendapat saya tentang pengorbanan adalah suatu sikap rela berkorban atau mengorbankan sesuatu dalam arti untuk mendapatkan sesuatu atau untuk menjaga sesuatu yang paling berharga . Pengorbanan menurut saya ada dua macam, pengorbanan fisik dan pengorbanan mental . Pengorbanan dilakukan agar kita dapat menghargai sesuatu yang kita telah korbankan atau dengan kata lain sesuatu yang sulit untuk kita dapatkan. Pengorbanan mental menurut saya lebih berat dari pengorbanan fisik dimana pengorbanan mental ini menggunakan perasaan, sesuatu yang sangat peka. Dalam berkorban kita harus ikhlas tanpa pamrih . Terkadang pengorbanan itu adalah sesuatu yang harus kita laksanakan, suka atau pun tidak suka, senang ataupun tidak senang kita harus melakukannya agar mendapatkan sesuatu yang terbaik untuk kita. Contohnya adalah ketika seorang ayah mencari uang dalam menafkahi keluarganya . Suka ataupun tidak suka, dia harus melakukan itu karena biar bagaimanapun ayah harus rela berkorban demi anak dan istrinya . Ayah melakukan itu semua karena rasa tanggung jawab yang membuatnya rela untuk berkorban . Rasa rela berkorbang seorang ayah kepada keluarganya patut di acungi jempol . Semua rasa pengorbanan yang di dasarkan ketulusan akan terasa lebih ringan dalam melakukannya . jadi, janganlah melakukan sesuatu dengan imbalan, karena sesungguhnya sesuatu yang kita lakukan dengan sepenuh hati akan berdampak baik untuk diri kita sendiri .

            SUMBER


Nama : Nuroniyah Matsani
NPM : 55410190
Kelas : 1IA09

Manusia dan Tanggungjawab
1. Pengertian Tanggung Jawab
    Menurut kamus besar bahasa Indonesia Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab merupakan berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya sebagai kesadaran dan kewajibannya.Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik, atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian dan pengirbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
   Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.
2. Makna Tanggung Jawab
    Makna dari istilah “tanggung jawab” adalah “siap menerima kewajiban atau tugas”. Arti tanggung jawab di atas semestinya sangat mudah untuk dimengerti oleh setiap orang. Tetapi jika kita diminta untuk melakukannya sesuai dengan definisi tanggung jawab tadi, maka seringkali masih merasa sulit, merasa keberatan, bahkan ada orang yang merasa tidak sanggup jika diberikan kepadanya suatu tanggung jawab. Kebanyakan orang mengelak bertanggung jawab, karena jauh lebih mudah untuk “menghindari” tanggung jawab, daripada “menerima” tanggung jawab.

B.  MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB 
   Manusia itu berjuang adalah memenuhi keperluannya sendiri atau untuk
keperluan pihak lain. Untuk itu ia menghadapi manusia lain dalam masyarakat
atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari 
bahwa ada kekuatan lain yang ikut  menentukan, yaitu  kekuasaan Tuhan.  Dengan demikian tanggung jawab itu  dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya, atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu  
1.  Tanggung jawab terhadap diri sendiri          
           Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang 
untuk memenuhi kewajibannya sendiri  dalam mengembangkan kepribadian 
sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memevahkan masalah-masalah 
kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurur sifat  dasarnya manusia adalah 
mahluk bermoral, tetapi manusia  juga pribadi. Karena merupakan seorang 
pribasi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, beranganangan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan  itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam  hal ini manusia tidak luput dari 
kesalahan, kekeliruan, baik yang sengaja maupun yang tidak. 
2.  Tanggung jawab terhadap keluarga 
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, ister, 
ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi  anggota keluarga. Tiap 
anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini 
menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan 
kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan.  
3.  Tanggung jawab terhadap masyarakat 
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, 
sesuai dengan kedudukannya  sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan 
manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga 
dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya  mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyrakat tersebut. Wajarlah apabila segala  tingkah laku dan perbuatannya harus  dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. 

4.  Tanggung jawab kepada Bangsa / negara 

Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga 
negara suatu negara. Dalam berpikir,  berbuat, bertindak, bertingkah laku 
manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia 
harus bertanggung jawab kepada negara 

5.  Tanggung jawab terhadap Tuhan 

Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab,
melainkanuntuk mengisa kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab 
lngsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari 
hukum-hukum Tuhan yang dituangkan  dalam berbagai kitab suci melalui 
berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera 
diperingatkan oleh Tuhan dan juka dengan peringatan yang keraspun manusia 
masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab 
dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan 
tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai 
penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawab, manusia perlu  pengorbanan.

1.   Pengabdian          
            Pengabdian itu adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat
ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau 
satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu hakekatnya adalah rasa tanggung jawab, apabila orang 
bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi 
kepada keluarga. Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan,
mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja 
Pengabdian kepada agama atau kepada Tuhan terasa menonjolnya 
seperti yang dilakukan oleh para biarawan dan biarawati. Pada umumnya 
mereka itu adalah orang-orang yang terjun diladang Tuhan karena kesadaran 
moralnya, karena panggilan Tuhan. Mereka meninggalakan keluarga dan tidak
akan berkeluarga. 
            Pengabdian terhadap negara dan bangsa yang juga menyolok antara lain 
dilakukan oleh pegawai negri yang bertugas menjaga mercu suar di pulau yang 
terpencil. Mereka bersama keluarganya hidup terpencil dari masyarakat ramai.
Sementara itu setiap hari tiupan angin kencang dari laut tidak pernah berhenti,
apalagi bila terjadi badai. Mereka bersunyi diri dalam pengabdian diri demi 
keselamatan kapal yang lalu lalang. Kesenangan yang dapat dirasakan oleh 
pegawai negri dikota tidak dapat dirasakan, mungkin sekali-sekali bila mereka 
memperoleh cuti. 

2. Pengorbanan 

Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti 
persembahan, sehingga  pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan 
kebaktian. Dengan demikian pengorbanan  yang bersifat kebaktian itu 
mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih suatu pemberian 
yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. 
Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih 
dapat dirasakan bila kit membaca atau mendengarkan kotbah agama. Dari kisah 
para tokoh agama atau nabi, manusia memperoleh  tauladan, bagaimana 
semestinya wajib berkorbanan. 
Perbedaan antara pengertian pengabdian  dan pengorbanan tidak begitu jelas, 
karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan . Antara sesama kawan, sulit 
dikatakan pengabdian karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya. Tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada 
sesama teman. 
           Pengorbanan merupakan akibat dari  pengabdian. Pengorbanan dapat 
berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. 
Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian,
tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan. 
Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan,
pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian  sesuatu misalnya 
berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu 
dituntut pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
  • Macam-macam Pengabdian
Munculnya pengabdian karena ada Tanggung Jawab, maka pengabdian dibedakan menjadi beberapa macam antara lain, :
a. Pengabdian terhadap Tuhan YME yaitu penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan merupakan perwujudan tanggung jawab yang diikuti oleh pengorbanan.Misalnya : shalat,zakat,puasa.
b. Pengabdian kepada Masyarakat, karena manusia hidup dan dibesarkan di dalam masyarakat sehingga pengabdian dan pengorbanan sebagai perwujudan tanggng jawab terhadap masyarakat.
c. Pengabdian kepada Raja, yaitu suatu penyerahan diri kepada raja yang melindunginya.
d. Pengabdian Kepada Negara, pengabdian yang timbul karena seseorang merasa iktu bertanggung jawab terhadap kelestarian negara dan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
e. Pengabdian kepada harta, karena seseorang menganggap harta yang menghidupinya. Sehinggga tindakannya semata-mata demi harta, bahkan rela berkorban untuk mempertahankan hartanya.
studi kasus :
ada seorang anak perempuan dari keluarga yang tergolong miskin merantau ke kota. dia bernama minah. minah rela bekerja apa saja selama di kota, asalkan bisa membiayainya semua biaya kehidupannya dikota.  setelah beberapa minggu dikota akhirnya dia bekerja kepada seorang pengusaha kaya. minah diterima sebagai pembantu rumah tangga di keluarga tersebut, karena kejujuran serta kepolosannya juga sikap cekatannya minah akhirnya bisa diterima di keluarga tersebut sebagai pembantu. minah selalu mengirimkan sebagian gajinya kepada orang tuanya dikampung dan sebagiannya disimpan seta di tabungnya. minah dengan niat semulanya yang ingin bekerja dikota akhirnya benar-benar mengabdi sepenuh hatinya kepada keluarga pengusaha kaya tersebut. semua kehidupannya mulai berubah secara perlahan. banyak hal yang bisa ia pelajari dari keluarga tersebut. akhirnya, dia mengikuti semua ilmu yang pernah ddipelajari selama bekerja di keluarga pengusaha kaya tersebut. dia mulai membuka usaha. mulai dari kecil-kecilan akhirnya dia menjadi sukses. kehidupan sosialnya mulai berubah. dia bisa mengangkat derajat kehidupan ekonomi keluarganya. walalupun telah sukses dia tidak menjadi sombong.
dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormatat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. dilihat dari studi kasus yang ada, dengan kesetiaannya serta pengabdiannya yang sungguh-sungguh minah akhirnya berhasil menjadi seorang yang sukses. selama dia bekerja dilakukannya dengan ikhlas tanpa keluh kesah. dia selalu bersabar selama bekerja.Jadi, dapat dilihat bahwa pengabdian itu berasal dari tanggung jawab yang besar. pengabdian itu membuat seseorang berubah manjadi yang lebih baik. semua yang diniatkan baik dari hati pasti akan mendapatkan hasil yang baik juga. 

PENGERTIAN PENGORBANAN


Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata – mata. Perbedaan antara pengertian pengorbanan dan pengabdian tidak begitu jelas karena adanya pengandian tentu adanya pengorbanan. Antara sesama kawan sulit sulit dikatakan pengabdian, karena kata pengabdian mendandung arti yang lebih rendah tingkatannya. Tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga merupakan jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas dan tanpa pamrih, tanpa adanya perjanjian, tanpa adanya transaksi, kapan saja diperlukan.
Pengabdian lebih menunjuk kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga dan biaya, serta waktu. Dalam pengabdian dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
  

CONTOH PENGORBANAN
  1. Kesediaan guru sekolah dasar yang ditempatkan di pelosok terpencil daerah transmigrasi adalah pengabdian yang menuntut pengorbanan. Dikatakan pengabdian karena ia mengajar di situ tanpa menerima gaji dari pemerintah, tanpa diurus oleh pihak berwenang usul pengangkatannya, ia hanya bertanggung jawab untuk kemajuan dan kecerdasan masyarakat atau bangsanya. Ia hanya menerima penghargaan dan belas kasihan dari masyarakat setempat. Pengorbanan yang ia berikan berupa tenaga, pikiran, waktu untuk kepentingan anak didiknya. 
  2. 2. Dalam Novel Siti Nurbaya karangan Marah Rusli, betapa besar pengorbanan gadis bernama siti Nurbaya sebagai pengabdiannya kepada orang tua. Orang tua Siti Nurbaya tidak mampu membayar hutang kepada Datuk maringgih. Sebagai tebusannya, Siti Nurbaya di bujuk agar bersedia kawin dengan datuk Maringgih, si tua Bangka, walaupun sebenarnya dia sudah mengikat janji dengan pemuda pujaannya bernama Syamsul bahri. Demi pengabdiannya kepada bapaknya, Siti Nurbaya bersedia memutuskan hubungannya dengan Syamsul bahri dan mau dikawinkan dengan Datuk Maringgih, walaupun dengan perasaan yang sangat berat. 
Studi kasus :
Pengorbanan dapat terjadi pada kita tanpa ataupun dengan kita sadari. Salah satu contoh pengorbanan yang terjadi pada kalangan mahasiswa adalah pengorbanan dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah yang di berikan oleh dosen-dosen mereka.

Mengapa mengerjakan tugas kuliah merupakan sebuah pengrbanan. Karena untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut, tentu kita akan merelakan segala waktu kita untuk beberapa jam berkutat denga tugas-tugas tersebut. Disaat kita lelah sehabis kuliah dan ingin beristirahat, tetapi karena ingin segera menyelesaikan tugas sehingga kita korbankan waktu istirahat kita untuk mengerjakan tugas.

Mengapa pengorbanan tersebut harus terjadi . Ada berbagai macam alasan seseorang melakukan pengorbanan, dalam contoh kali ini seseorang melakukan pengorbanan yaitu dengan merelakan waktu istirahatnya demi untuk menyelesaikan semua tugas-tugasnya karena ia ingin mendapatkan predikat nilai yang baik dalam setiap mata kuliahnya.

Hal tersebut bisa dikatakan juga sebagai suatu bentuk pemaksaan, kareana ia tidak mempunyai pilihan lain untuk menghindari semua tugas namun ingin tetap mendapatkan nilai yang bagus, sehingga ia mau tidak mau, senang tidak senang harus melakukan hal tersebut demi mendapatkan nilai yang ia dambakan.
OPINI
Pendapat saya tentang pengorbanan adalah suatu sikap rela berkorban atau mengorbankan sesuatu dalam arti untuk mendapatkan sesuatu atau untuk menjaga sesuatu yang paling berharga . Pengorbanan menurut saya ada dua macam, pengorbanan fisik dan pengorbanan mental . Pengorbanan dilakukan agar kita dapat menghargai sesuatu yang kita telah korbankan atau dengan kata lain sesuatu yang sulit untuk kita dapatkan. Pengorbanan mental menurut saya lebih berat dari pengorbanan fisik dimana pengorbanan mental ini menggunakan perasaan, sesuatu yang sangat peka. Dalam berkorban kita harus ikhlas tanpa pamrih . Terkadang pengorbanan itu adalah sesuatu yang harus kita laksanakan, suka atau pun tidak suka, senang ataupun tidak senang kita harus melakukannya agar mendapatkan sesuatu yang terbaik untuk kita. Contohnya adalah ketika seorang ayah mencari uang dalam menafkahi keluarganya . Suka ataupun tidak suka, dia harus melakukan itu karena biar bagaimanapun ayah harus rela berkorban demi anak dan istrinya . Ayah melakukan itu semua karena rasa tanggung jawab yang membuatnya rela untuk berkorban . Rasa rela berkorbang seorang ayah kepada keluarganya patut di acungi jempol . Semua rasa pengorbanan yang di dasarkan ketulusan akan terasa lebih ringan dalam melakukannya . jadi, janganlah melakukan sesuatu dengan imbalan, karena sesungguhnya sesuatu yang kita lakukan dengan sepenuh hati akan berdampak baik untuk diri kita sendiri .

            SUMBER

Rabu, 30 Maret 2011

Manusia dan Pandangan Hidup


NAMA            : NURONIYAH MATSANI
NPM               : 55410190
KELAS           : 1IA09
           
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

1.   Pandangan Hidup
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu is menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa anti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua perbuatan, tingkah laku dan aturan serta undang-undang harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang telah dirumuskan.
Pandangan hidup sering disebut filsafat hidup. Filsafat berarti cinta akan kebenaran, sedangkan kebenaran dapat dicapai oleh siapa saja. Hal inilah yang mengakibatkan pandangan hidup itu perlu dimiliki oleh semua orang dan semua golongan.
Setiap orang, baik dari tingkatan yang paling rendah sampai dengan tingkatan yang paling tinggi, mempunyai cita-cita hidup. Hanya kadar cita-citanya sajalah yang berbeda. Bagi orang yang kurang kuat imannya ataupun kurang luas wawasannya, apabila gagal mencapai cita-cita, tindakannya biasanya mengarah pada hal-hal yang bersifat negative.
Disinilah peranan pandangan hidup seseorang. Pandangan hidup yang teguh merupakan pelindung seseorang. Dengan memegang teguh pandangan hidup yang diyakini, seseorang tidak akan bertindak sesuka hatinya. Ia tidak akan gegabah bila menghadapi masalah, hambatan, tantangan dan gangguan, serta kesulitan yang dihadapinya.
Biasanya orang akan selalu ingat, taat, kepada Sang Pencipta bila sedang dirudung kesusahan. Namun, bila manusia sedang dalam keadaan senang, bahagia, serta kecukupan, mereka lupa akan pandangan hidup yang diikutinya dan berkurang rasa pengabdiannya kepada Sang Pencipta. Hal ini disebabkan oleh beberapa factor, antara lain :

Selasa, 22 Maret 2011

Kemanusiaan dan Keadilan

Nama : Nuroniyah Matsani
NPM  : 55410190
Kelas: 1IA09


MANUSIA DAN KEADILAN


KEADILAN 

            Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama. Kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran terhadap proporsi tersbut berarti ketidak adilan.
             Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan perasannya dikendalikan oleh akal. Lain lagi Pendapat Socrates yang memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan tercipta bilamana warga negara sudah mersakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnnya dengan baik. Kong Hu cu berpendapat lain : Keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila Ayah sebagai Ayah, bila Raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
             Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menurut hak dan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

KEADILAN SOSIAL



           Dalam dokumen lahirnya Pancasila diusulkan oleh Bung Karno adanya prinsip kesejahteraan sebagai salah satu dasar negara.Selanjutnya prinsip itu dijelaskan sebagai prinsip “tidak ada kemiskinan di dalam Indonesia merdeka”. Dari usul da penjelasan itu nampak adanya pembaruan pengertian kesejahteraan dan keadilan. Bung Hatta dalam urainnya mengenai sila “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” menulis sebagai berikut “keadilan sosial adalah langkah yang menentukan untuk melaksanakan Indonesia yang adildan makmur”. Selanjutnya diuraikan bahwa pemimpin Indonesia yang menyusun UUD 1945 percaya bahwa cita – cita keadilan sosial dalam bidang ekonomi ialah dapat mencapai kemakmuran yang merata. Langkah – langkah menuju kemakmuran yang merata diuraikan secara terperinci. Panitia ad-hoc majelis permusyawaratan rakyat sementara 1966 memberikan perumusan sebagai berikut :
“ Sila keadilan sosial mengandung prinsip bahwa setiap orang di Indonesia akan mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hukum, politik, ekonomi, dan kebudayaan”.
Dalam ketetapan MPR RI No.II/MPR/1978 tentang pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (ekaprasetia pancakarsa) dicantumkan ketentuan sebagai berikut :
“Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia”.

Selasa, 15 Maret 2011

Manusia dan Keindahan

Nama: Nuroniyah Matsani
Kelas: 1IA09
NPM: 55410190



Berasal dari kata indah yang artinya adalah bagus, cantik, elok, molek, permai, dan sebagainya.Keindahan merupakan suatu konsep abstrak yang tidak dinikmati karena tidak jelas.Keindahan identik dengan kebenaran, keduanya memiliki citra yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik selalu bertambah. Keindahan bersifat universal tidak terikat dengan perseorangan, waktu, dan tempat, selera, mode , kedaerahan atau lokal.

Selasa, 08 Maret 2011

Manusia dan Penderitaan


Nuroniyah Matsani
55410190
1IA09

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya  menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu pristiwa  yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencpai kenikmatan dan kebahagiaan.

Siksaan


    Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasman, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akiabt siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yagn sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia.banyak sebab yang menjadikan seseorang  merasa ketakutan antara lain : claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, keakitan, kegagalan. Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah laku percaya bahwa suatu phobia adalah problemnya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.

Dalam hal ini siksaan yang sifatnya psikis dimisalkan menjadi :
1. kebimbangan
2. kesepian
3. Ketakutan
Sebab orang merasa ketakutan
a. claustrophobia : takut terhadap ruang tertutup
b. Agorophobia : takut terhadap ruangan terbuka
c. Gamang : takut berada di tempat ketinggian
d. Kegelapan : takut bila berada di tempat gelap
e. Kesakitan : takut yang disebabkan rasa sakit
f. Kegagalan : takut akan mengalami kegagalan